Thursday, December 26, 2013

Xipho's Trip in Toraja (Day-3,End)

Pagi setelah bertarung semalam dengan jiwa dan raga hahaha. Akhirnya tim pengurus mobil sudah berangkat menuju bengkel dan cewek-cewek cuma bisa dirumah saja. Ide tiba-tiba muncul, daripada kami hanya berdiam diri di rumah dan membuat liburan ini sia-sia, kami memutuskan untuk pergi berburu oleh-oleh ke pasar tradisional Toraja yang berpusat di Rantepao (Toraja selatan).

Dengan modal 1 mobil yang masih bisa digunakan, Irvan mengantarkan 12 cewek-cewek ini menuju pasar dalam satu mobil dan kembali lagi ke bengkel. Hahaha bukan sulap bukan sihir 13 orang muat dalam 1 mobil :D

Kami sempat salah tujuan, kami turun di pasar bolu, tapi ternyata pasar itu bukan pusat oleh-oleh. Setelah belanja beberapa kebutuhan, kami beranikan diri naik angkot menuju pasar rantepao yang disebutkan pedagang di pasar bolu jika ingin berbelanja oleh-oleh.




Selesai puas berbelanja oleh-oleh khas Toraja, kami pulang dan menunggu sesaat mobil yang akan kelar perbaikan.
Tidak lama, mobil yang tadinya mogok kini jalan kembali. Perjalanan ke tempat wisata dilanjutkan. Kali ini kami menuju Kete' Kesu. Kete' kesu adalah satu perkampungan tua di Toraja yang menjadi icon Toraja juga. Didalamnya terdapat banyak tongkonan (rumah adat toraja), sawah yang membentang luas, dan disini sering menjadi pusat diadakan acara-acara adat. Di dalam Kete' Kesu juga terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih.





Waktu yang tidak memungkinkan, membuat kami harus buru-buru meninggalkan Kete' Kesu dan menuju Londa.  Londa adalah perkuburan di dinding batu curam. Kuburan ini dikhususkan untuk para raja-raja dan keturunan bangsawan. Di Londa juga terdapat goa yang menyimpan jasad-jasad tersebut, panjangnya sekitar 1000 meter. Banyak kisah-kisah dari jasad yang dimakamkan di goa itu, salah satunya seperti pasangan yang tidak terpisahkan hingga mereka memutuskan mati bersama.

Untungnya pengunjung diperbolehkan untuk menggambil gambar selama di dalam goa.
di dalam goa








Londa menjadi penutup perjalan wisata kami di Toraja. Setelah pulang ke rumah untuk berkemas pulang. Kami berpamitan dan berterimakasih kepada tante dari Karlah yang sudah menyediakan rumahnya sebagai tempat kami menginap. Maaf sudah merepotkan tante :). Perjalanan pulang kami kembali transit ke sidrap. Kali ini adalah ke rumah wisnu. Lagi-lagi kami disajikan dengan makanan enak buatan mama wisnu. Dan setelah bermalam, esok paginya kami kembali ke makassar tanpa buru-buru lagi karena kuliah telah dibatalkan (terima kasih pak Djohan). Alhamdulillah kami tiba dengan selamat tanpa kurang sedikitpun.

  Liburan ini sungguh berkesan, dengan masalah didalamnya juga. It's a crazy emotional cultural trip ever. Toraja memberi kenangan berharga untuk kami. Terima kasih untuk every awesome single hours. Semoga nantinya sahabat xipho bisa kembali lagi ke sana dengan anggota yang lebih banyak bahkan lengkap.



Tim toraja : (kiri-kanan)
Taufik, Iyal, Irvan, Azny,
Yuyun, Baym, Icha, Hasta,
Karlah, Ita, Riska, Ummi,
Haris, Emel, Wisnu, Afril.


Wednesday, December 25, 2013

Xipho's Trip in Toraja (Day-2)

Selamat pagi Sidrap!! Jam 5 pagi, kami masih dirumah Karlah dan sedang bersiap melanjutkan perjalanan. Terimakasih untuk Karlah dan keluarga yang telah menampung kami dan memberikan sajian yang luar biasa. Bahkan kami diberikan bekal lagi untuk makan saat di Toraja, berhubung sangat jarang makanan halal yang bisa kami dapatkan di Toraja sana.

Kurang lebih jam 08.13 kami sampai di gunung nona, Enrekang. Sempat singgah untuk mengambil beberapa gambar, Seperti biasanya orang-orang yang lewat disini.





09.26, kami sampai di gerbang welcome Tana Toraja.


Untuk mencapai kota Makale (Tana Toraja Utara) butuh waktu yang cukup lama juga dari gerbang Tana Toraja. Dan tujuan kami selanjutnya adalah kota tersebut karena tempat yang akan kami tinggali (rumah tante karlah) berada di daerah tersebut.

Sesampainya di rumah, tanpa basa basi, kami langsung saja mandi untuk memulai petualangan di Toraja.

First destination, kami menuju pusat kota Makale dimana terdapat patung selamat datang (sepertinya) dan terdapat gereja besar yang sepertinya juga menjadi pusat gereja.




bahagianya...
Next, menuju Lemo. Lemo adalah kuburan yang dibuat di bukit batu. Infonya kenapa dikatakan Lemo, adalah karena bentuknya bulat menyerupai buah limau (jeruk). Di bukit batu ini terdapat sekitar 75 lubang kuburan, tiap-tiap lubang merupakan kuburan satu keluarga. Dari luar, yang terlihat hanya pintu lubang saja, yang ditutup dengan papan kayu. Letak lubang-lubang ini cukup tinggi, mencapai belasan meter. Lemo juga adalah kuburan tertua no 2 di Toraja.




xipho sign!!



Selanjutnya kami akan ke Kete' Kesu, tapi sayangnya saat di perjalanan hal yang tidak kami duga-duga terjadi. Salah satu mobil kami mengalami masalah serius hingga kami harus menghentikan perjalanan. Kampas koplingnya habis. Kami mulai panik untuk beberapa saat. Yang kami pikirkan adalah kami harus mengganti kampasnya secepatnya jika tidak kami tidak akan bisa kemana-mana, saat itu sudah gelap dan toko-toko alat mobil tentunya sudah tutup, ditambah lagi pemikiran kami hanya akan sampai besok karena hari jumat kami kuliah dan saya, ita, hasta harus presentasi dengan fasilitator kaprodi, otomatis harus masuk.

Saya sebangai pencetus liburan ini juga rada panik, melihat teman-teman yang harus menelan liburan pahit jika ini berakhir disini. Untung saja para pelaksana tetap berusaha maksimal agar mobil ini lebih cepat diselesaikan dan kembali berfungsi.




Disinilah tingkat problem solving kami diuji. Semua mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini. Disaat para lelaki bergulat dengan kekuatan mereka mendorong mobil hingga ke rumah walau jaraknya jauh, para perempuan" bergulat dengan emosi untuk menelpon Kaprodi untuk minta ijin. Sebelumnya kami berpikir dengan kejadian ini, kami kemungkinan tidak bisa pulang sesuai jadwal dan bisa masuk kampus pada hari jumatnya. Maka keluarlah putusan untuk memberanikan jujur dan meminta ijin kepada Kaprodi agar beliau bisa mengganti jadwal lain dan berharap hari jumat tersebut diliburkan.

Rasa was-was untuk menelpon yang sangat tinggi. Awalnya beliau mengatakan untuk tetap masuk, tapi dengan kejujuran kami akhirnya beliau mengijinkan dan jadwal digantikan di hari lain. What a miracle!!

Kesuksesan juga diraih para lelaki yang berhasil mendapatkan toko yang menjual kampas dan siap dikerjakan besok paginya.

Sungguh-sungguh, hari yang penuh emosi. Tidak disangka hal ini akan terjadi. Tapi bagi kami inilah yang akan kami kenang disepanjang hidup kami.

Malam ditutup dengan makan bersama dan bermain kartu. Kami sungguh seperti keluarga. :')

to be continue..
Xipho's Trip in Toraja (Day-3)





Tuesday, December 24, 2013

Xipho's Trip in Toraja (Day-1)

Liburan adalah surganya mahasiswa. Tidak heran, setiap pembukaan semester baru dan jadwal kuliah dibagikan, yang lebih dahulu dilihat adalah "ada hari libur atau tidak".

Rencana untuk ke Toraja (salah satu daerah di Sulawesi Selatan) memang sudah dipikirkan jauh-jauh hari sebelumnya. Mungkin sudah sekitar sebulan dari hari yang ditetapkan. Infonya juga sudah disebarkan, dan panitianya juga sudah terbentuk (dengan sendirinya) hahahha.

Liburan yang dipilih adalah liburan natal dan tahun baru. Kebetulan setiap Desember, Toraja selalu mengadakan acara kebudayaan besar-besaran yang disebut Lovely December. Dan kami juga mendapat tawaran untuk melihat upacara pemakaman adat toraja yang disebut Rambu Solo'. Hal-hal itu yang membuat saya bersemangat 45.

Melihat jadwal yang sayang sekali tidak memungkinkan untuk menghadiri acara puncak Lovely December (29 Desember 2013) karena jadwal kuliah dan menimbang budget mobil rental yang bakalan membengkak jika kita sampai 4 atau 5 hari disana, Akhirnya kami memutuskan untuk tetap berangkat tanggal 24 (selasa) dan menikmati apapun wisata di Toraja.

16 sahabat Xipho yang siap berangkat. Janjian berkumpul di kampus jam 4 tapi akhirnya berangkat di jam 6nya. Kami dilepas makassar dengan hujan deras, yaa memang bulan ini memasuki musim hujan.

Perjalanan malam menuju Toraja. Kami sempat singgah makan dan istirahat di warung-warung pinggir jalan. Saya lupa itu di daerah mana.



Perjalanan dilanjutkan menuju sidrap untuk singgah di rumah Karlah dan untuk tidur sejenak sebelum melanjutkan ke Toraja. Saat sampai, kami langsung disuguhkan makanan yang banyak dan luar biasa enaknya.
 


Puas dengan makanan, membuat tidur kami semakin nyaman. Semoga energi tercharge penuh untuk perjalanan esok paginya.  

to be continue
Xipho Trip in Toraja (Day-2)

Saturday, November 16, 2013

Xipho Cooking and Gathering

Kejenuhan sahabat Xipho dengan ujian yang berturut-turut dan blok blok kuliah yang belum kelar kelar juga, membuat kami memutuskan untuk rehat sejenak dengan membuat acara kumpul-kumpul bersama dan masak-masak.


1 hari sebelumnya sudah dilakukan pengumpulan dana di kelas. Dan besoknya kita eksekusi. Mulai dari ke pasar untuk beli keperluan masak. Menu yang akan kami buat adalah bubur manado dan es buah.

hasil belanjaan

3 perempuan pasar terong
 Proses pengolahannya :
divisi sayur


divisi buah
 Yang datang lumayan rame, Ada Afril, Tami, Ani, Emel, Ati, Hasta, Atun, Ummi, Riska Nur, Baym, Azni, Adri, Nova, Kiki, Iin, Ela, Sari, Sulinda, Muci, Ita, Icha, Karla, Mia, Rama, Wisnu, Opik, Ippank, Akbar, dan saya tentunya. Lebih dari setengah XIPHO datang bersama untuk masak dan menikmati hasilnya.


mengolah perkedel jagung
 Suasana yang sangat kekeluargaan, seperti keluarga besar yang berkumpul. Ibu-ibu masak dan bapak-bapak menunggu dengan bercerita bersama. Hahahaha.. kami sudah dewasa!


Di tengah acara, ternyata ada yang membawa mangga. Finally menu bertambah dengan adanya rujak mangga plus sambal terdashyatnya.

jeng...jeng... makanan sudah siap...nyuummyyy...







Sungguh luar biasa hari ini, bisa berkumpul bersama sahabat XIpho bukan dalam suasana perkuliahan. Menikmati hasil kerja sendiri, menikmati kebersamaan ini yang semoga selamanya.

Sayang sahabat XIpho. MISSION COMPLETE!!